4 Rahasia Peningkat Memori

Kamis, 20 Januari 2011

Jakarta, Saat ini tidak hanya orang tua yang bermasalah dengan memorinya. Tapi orang-orang yang masih muda pun bisa cepat sekali lupa. Untuk itu ketahui 4 rahasia peningkat memori.

Beberapa penyakit terkait dengan memori seperti Alzheimer atau demensia yang membuat seseorang kehilangan memorinya. Untuk itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam membantu meningkatkan memori seseorang.

Seperti dikutip dari Askmen, Kamis (16/12/2010) ada 4 rahasia yang bisa meningkatkan memori, yaitu:

Permen karet
Percaya atau tidak, permen karet sebenarnya bisa meningkatkan kewaspadaan dan memori menjadi lebih baik. Hal ini berdasarkan hasil dua penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Appetite tahun 2002 dan 2004.

Dalam studi ini, orang yang mengunyah permen karet selama tahap pembelajaran tes tertentu memberikan hasil yang lebih baik. Kondisi ini kemungkinan karena mengunyah permen karet dapat meningkatkan denyut jantung yang kemudian meningkatkan aliran darah ke otak.

Latihan atau berolahraga
Selama ini orang melakukan olahraga agar bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat, tapi ternyata olahraga juga bisa memiliki rahasia sebagai penambah memori. Bahkan dengan mengurangi beberapa kalori di dalam tubuh bisa membantu seseorang mengingat dimana ia meletakkan kunci.

Olahraga yang dilakukan tak perlu mahal atau berat, tapi dengan berjalan kaki, naik tangga atau bersepeda bisa menjadi penambah ingatan yang lebih baik dibanding tidak sama sekali.

Kafein
Meskipun banyak yang memperdebatkan keuntungan dan bahaya dari kafein, tapi tidak ada yang bisa membantah efek kafein terhadap kewaspadaan dan penambah memori. Berbagai studi yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir menunjukkan kafein dapat meningkatkan memori jangka pendek dan melindungi perempuan dari kehilangan memori.

Agar bisa mendapatkan manfaat yang optimal dari kafein, usakahan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang aman dan tidak berlebihan. Hal ini untuk menghindari efek negatif dari kafein bagi tubuh.

Tidur siang
Rahasia yang satu ini mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal tidur siang bisa meningkatkan memori deklaratif (memori yang berguna untuk menyimpan fakta-fakta). Jika sudah bekerja keras seharian, jangan ragu untuk tidur siang sejenak. Tapi pastikan untuk tidak tidur lebih dari 45 menit, hal ini untuk menghindari tidur yang terlalu dalam sehingga menghilangkan manfaatnya bagi memori.

sumber : detik.com

Ngobrol Bisa Tingkatkan Memori

Jakarta, Gangguan memori seperti mudah lupa tidak hanya dialami oleh orang tua, tapi orang yang masih muda pun bisa mengalaminya. Ada cara mudah untuk meningkatkan memori yaitu dengan mengobrol.

Para ilmuwan menemukan bahwa melakukan percakapan sederhana atau mengobrol bisa sama efektifnya dengan bermain permainan latihan otak (brain training game). Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University of Zurich yang membandingkan 36 studi tentang latihan memori yang dilakukan tahun 1970-2007.

Peneliti mengungkapkan bahwa membicarakan sesuatu yang menyenangkan dengan orang lain bisa membantu meningkatkan memori di otak yang sama baiknya dengan melakukan latihan otak. Hasil ini ditulis dalam edisi terbaru The Cochrane Library.

Beberapa penelitian sebelumnya menyimpulkan baik orang yang sehat maupun yang mengalami gangguan kognitif ringan akan mendapatkan hasil yang lebih baik dalam mengingat kata-kata setelah diberikan pelatihan memori.

"Interaksi sosial bisa sama efektifnya dalam mencegah kehilangan memori, terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 65 tahun dan terjebak sendiri di dalam rumahnya," ujar Dr Mike Martin, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (21/1/2011).

Dr Martin menuturkan jika seseorang mengalami gangguan kognitif maka kondisi ini mencakup kehilangan memori, ketidakmampuan untuk merencanakan dan memberikan perhatian terhadap sesuatu serta tidak bisa melakukan tugas-tugas secepat dulu.

Seseorang disarankan untuk terlibat dalam aktivitas atau interaksi sosial agar bisa meningkatkan memori otak, karenanya carilah kesempatan agar bisa bertemu dengan teman, keluarga atau rekan lain untuk sekedar mengobrol. Cara ini diperlukan untuk mencegah penurunan fungsi kognitif yang jika tidak ditangani bisa menyebabkan demensia di usia lanjut.

sumber :detik.com